Asal Usul Kambing Etawa Atau Ettawa

Asal Usul Kambing Etawa Atau Ettawa Di Indonesia

Tahukan Anda bagaimana sejarah dan asal usul kambing etawa ?. Kapan dan bagaimana Kambing Etawa ini bisa masuk atau sampai ke Indonesia ?. Siapa saja yang berperan dalam mendatangkan Kambing Etawa ini ke Indonesia ?. Silahkan Anda simak pemaparan di bawah ini tentang asal usul Kambing Etawa.

Kambing Jamnapari Sebagai Cikal Bakal Kambing Etawah Atau Ettawa

Kambing Jamnapari sangat terkenal sebagai Kambing Perah di India. Kambing ini dikenal sebagai kambing terbaik dalam hal penghasil susu kambing. Di tempat asalnya kambing ini biasa di sebut sebagai “Pari”, yang artinya Anggun. Kambing ini punya penampilannya tinggi, lehernya jenjang, langkahnya anggun, wajahnya selalu tersenyum.

Daerah asal Kambing Jamnapari adalah di Cakarnagar, yg beda di District ETAWAH atau ETTAWA, Negara Bagian Utar Prades. Habitatnya di sepanjang daratan (delta) antara sungai Jamuna dan Sungai Cambal. Dan juga di sepanjang sungai Kwari di Districk Bhind, negara bagian Madya Prades, yang berada di sebelah timur kota Dehli (deket Taj Mahal). Perlu Anda ketahui, ternyata di India Kambing Etawa namanya bukan kambing Etawah atau Ettawa tapi Jamnapari, yang artinya Keanggunan Jamuna. Nama Etawa lebih familiar di Indonesia karena disesuaikan dengan nama daerah asalanya yaitu Ettawa atau Etawah.

Baca juga: Kambing Etawa Ras Senduro

Kambing Jamnapari telah lama menyesuaikan atau beradaptasi dengan tempat habitatnya tersebut di atas, yang sangat subur dan banyak tumbuh hijauan. Akibatnya dia tidak mampu hidup di tempat lainnya, sehingga Jamnapari tidak bisa di temukan di daerah lainnya kecuali di Distrik Etawah India.

Habitat mereka terbentang antara Districk Etawah kearah timur, menyeberangi sungai Jamuna seluas lebih dari 85.000 hektar. Keadaan tanahnya berlembah lembah dan berjurang jurang dengan kedalaman antara 5 meter sampai dengan 30 meter. Pada musim panas suhu udara bisa mencapai 120F, pada musim dingin 25F, dengan curah hujan kira-kira 30 inchi.

Lembah-lembah tersebut tertutupi oleh padatnya berbagai tanaman hijauan yang sangat subur, yang antara lain: Bajara – Gram – Plum – Babool – Akasia – Hingota – Congkra – Arhar. Dan semua tumbuhan tersebut sangat tergantung pada curah hujan, karena tidak ada saluran irigasi.

Baca juga: Kambing Etawa Ras Kaligesing

Ciri-Ciri Kambing Jamnapari Alias Etawa

Warna utama Jamnapari yang sangat di dambakan adalah Putih Bersih . Bulunya pendek, kecuali pada bagian paha dan kaki belakang yang berbulu panjang. Hidungnya melengkung atau bengkok, seperti hidungnya tentara Romawi. Tanduknya menjulang ke atas, pada kambing dewasa panjang tanduknya bisa mencapai 25 cm. Telinganya terjuntai panjang dan lemas. Lehernya panjang dan kuat dan selalu lurus tegak. Punggungnya melengkung ke bawah dan sangat kuat. Ekornya pendek , seperti ekor kelinci, dan selalu ngacung ke atas. Kombinasi tampilan tersebut , membuat Jamnapari betul-betul nampak sangat anggun.

Baca juga: Ciri-Ciri Kambing Etawa Senduro

Telinga yang menjuntai panjang kebawah, merupakan ciri yang sangat unik dan menjadi dasar perilakunya yang nampak sangat aneh. Pada anak Jamnapari yang baru berumur sekitar enam bulan, kupingnya bisa mencapai 20 cm panjangnya, sedangkan pada yang dewasa panjangnya bisa mencapai lebih dari 30 cm. Sehingga kupingnya selalu jauh lebih panjang dari pada panjang wajahnya. Pada saat kepala kambing ini menunduk, maka kupingnya atau telinganya akan menyentuh tanah terlebih dahulu sebelum mulutnya menyentuh tanah, bahkan kuping yang panjang tersebut juga akan menutupi kedua belah matanya saat menunduk untuk menggigit rumput yang berada di di tanah.

Rahang atas Jamnapari selalu lebih pendek dari pada rahang bawahnya. Hal ini juga menjadi ciri utama Jamnapari, yang juga mempersulit bahkan tidak memungkinkan dirinya untuk memakan rumput pendek di tanah. Hal ini tentunya menjadi permasalahan tersendiri bagi Jamnapari, sehingga dengan sendirinya Jamnapari lebih merasa nyaman untuk memakan ujung/pucuk rumput yang tinggi, dedaunan di semak-semak atau bahkan dedaunan pada tumbuhan yang tinggi.

Baca juga: Ciri-Ciri Kambing Etawa Kaligesing

Pola Pemeliharaan Kambing Jamnapari Di Tempat Asalnya

Jamnapari yang di pelihara oleh masyarakat setempat, umumnya pada pagi hari di beri pakan konsentrat yg berupa campuran berbagai bijian dan hijauan, kemudian di lepas untuk merumput sepanjang hari. Betina yang hamil tidak di ijinkan keluar kandang untuk merumput, mereka tetap di kandang dengan diberi makanan special untuk ibu hamil, yang terdiri dari bajra, barley, jowar, gandum.

Anakan di biarkan menyusu pada induknya sampai dengan usia tiga bulan. Induk yang menyusui juga mendapat ransum makanan special, agar susunya membesar montok sehingga produksi susunya melimpah. Pada saat lahir berat kambing Jamunapari yang betina sekitar 3Kg, enam bulan -15 Kg, setahun 30 Kg. Sedangkan yang jantan saat lahir beratnya sama dengan yang betina sekitar 3Kg, namun laju pertumbahan beratnya sangat pesat yaitu 1Kg/minggu sampai dengan usia 3 bulan, kemudian 1Kg /sepuluh hari. Pejantan Jamnapari bisa mencapai berat lebih dari 40 Kg pada usia setahun

Betina mulai hamil pada usia 18 bulan , dan melahirkan untuk pertamakalinya pada usia 23 bulan. Umumnya beranak kembar, namun beranak tiga ataupun empat sering juga terjadi.

Baca juga: Harga Kambing Etawa Ras Senduro

Kambing Jamnapari Sampai Ke Indonesia

Kambing Jamnapari pada akhirnya sampai juga ke Indonesia. Untuk pertama kali yang berjasa dalam mendatangkan Kambing Jamnapari ke Indonesia adalah Pemerintah Kolonial Belanda. Pada masa penjajahan mereka membawa kambing ini ke Indonesia untuk di kembangkan. Jawa Tengah merupakan tempat pertama kali kambing Jamnapari mendarat di Indonesia. Kambing ini kemudian berhasil disilangkan dengan kambing lokal oleh masyarakat Kaligesing Purworejo Jawa Tengah. Hasil persilangan Kambing Jamnapari dengan kambing lokal Kaligesing akhirnya dikenal dengan nama Kambing Peranakan Etawa Kaligesing atau Kambing Kaligesing. Hasil persilangan ini akhirnya menyebar ke daerah Sleman Jogjakarta dan beberapa daerah lainnya di Jawa Tengah.

Baca juga: Keunggulan Kambing Etawa Kaligesing

Setelah Indonesia merdeka, presiden pertama Indonesia Bapak Sukarno juga punya peran dalam mendatangkan kambing etawa atau Jamnapari ke Pulau Jawa. Kambing yang di datangkan oleh Bapak Sukarno banyak ditempatkan di Jawa Timur salah satunya di Lumajang – Jawa Timur. Masyarakat Senduro Lumajang berhasil menyilangkan Kambing Etawah asal India dengan kambing lokal di Lumajang. Hasil persilangan ini kemudian dikenal dengan nama Kambing Etawa Senduro atau Kambing Senduro.

Kedua jenis kambing hasil persilangan Kambing Etawah dengan Kambing lokal yaitu Kambing Kaligesing dan Kambing Senduro saat ini telah menjadi kambing unggulan Indonesia. Kambing ras baru ini saat ini menjadi buruan para peternak karena keunggulannya.

Baca juga: Keunggulan Kambing Etawa Senduro

Demikianlah sekilas tentang Asal Usul Kambing Etawa yang ada di Indonesia. Dan bagi Anda yang berminat mengoleksi kambing peranakan etawa baik Kambing Ras Kaligesing maupun Kambing Ras Senduro silahkan hubungi kami. Kami siap bekerja sama dengan Anda dalam pengadaan bakalan atau bibit kambing unggul di atas.

Tags: , , , , ,
Previous Post
Ragam Ras Kambing Peranakan Etawa Atau PE
Kambing Etawa Kambing Kaligesing Kambing Senduro Peternakan Peternakan Kambing

Ragam Ras Kambing Peranakan Etawa Atau PE Di Indonesia

Next Post
Asal Usul Kambing Etawa Ras Senduro - Etsen
Kambing Etawa Kambing Senduro Peternakan Peternakan Kambing

Asal Usul Kambing Etawa Ras Senduro Lumajang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hosting Unlimited Indonesia
WhatsApp chat Butuh bantuan, chat WA di sini..!